Jakarta - Warisan Banjir Jakarta

Jakarta - Banjir Semenjak Pemerintahan Belanda
kisahasalusul.blogspot.com
Bagi sebagian orang mungkin tidak percaya kalau bencana banjir di Jakarta ini sudah mulai ada sejak jaman penjajahan Belanda dan bahkan di pemerintahan sebelumnya yakni jaman Kerajaan Tarumanegara.Banjir atau genangan air dan berawa-rawa ini merupakan penyakit menahun bagi Jakarta sejauh ingatan orang, dan malah dalam masa yang sudah lama hilang dari ingatan Jakarta selalu diganggu oleh masalah air. Dari masa yang paling dini, semasa kerajaan Tarumanagara, prasasti Tugu sudah menyebutkan adanya banjir dan penanggulannya dalam abad ke lima Masehi.

Entah mengapa, orang tetap suka wilayah yang sering banjir dan berawa-rawa ini. Berabad-abad setelah Purnawarman, pendatang-pendatang asing mengunjungi bandar yang bernama Jakarta atau Jayakarta yang letaknya di muara Ciliwung. Kota ini seakan-akan terletak di rawa, terpisah dari teluk oleh gosong-gosong lumpur, yang pada waktu surut hanya digenangi oleh air hampir satu kaki. Dalam musim hujan kota ini tak jarang digenangi oleh air limpahan Ciliwung atau Sungai Besar, sedang di musim air kemarau airnya sangat sedikit.Keadaan tata air, di Jakarta dikatakan sangat buruk. Beberapa tahun setelah Belanda mendarat, pemerintahan kolonial sudah merasakan rumitnya menangani banjir di Batavia. Banjir besar pertama kali mereka rasakan di tahun 1621.
Jakarta - Banjir Semenjak Pemerintahan Belanda
www.kompasiana.com
Sering dilanda banjir pemerintah Belanda merasa perlu untuk mulai mengelola air secara serius.
Tahun 1918 Pemerintah  Belanda mulai membangun beberapa.
Selanjutnya karena semakin kompleksnya masalah air yang melimpah, memaksa Pemerintahanan Kolonial membangun Banjir Kanal Barat (BKB) pada tahun 1922.
Meski sudah dibangun BKB, bukan berarti persoalan banjir di Jakarta bisa langsung diselesaikan.
Pada Januari 1932 lagi-lagi banjir besar melumpuhkan Kota Jakarta.
Ratusan rumah di kawasan Jalan Sabang dan Thamrin digenangi air.
Saat pemerintahan beralih ke Republik Indonesia masalah banjir di Jakarta pun tak kunjung bisa diselesaikan.
Tercatat sejak kemerdekaan beberapa banjir besar terjadi di Jakarta, seperti pada tahun 1976, 1984, 1994, 1996, 1997, 1999, 2002, 2007 dan 2008.

Jakarta - Banjir Semenjak Pemerintahan Belanda
mkusumawijaya.wordpress.com
Jika kita melihat dari sejarah yang sudah diuraikan di atas, banjir sudah terjadi sejak jaman kerajaan Tarumanegara berabad-abad yang lalu.
Ini artinya di saat jumlah penduduk Jakarta masih sedikit, banjir pun sudah terjadi di Jakarta.
Jakarta banjir semakin sering dialami dalam dekade ini.
Tak heran, jika slogan Batavia pada masa kolonial adalah "Dispereert niet" yang berarti (jangan putus asa), termasuk menghadapi banjir yang akan terus menyertai warga kota ini.
Share on Google Plus

About admin

Penulis dari website Media Informasi Jakarta